Tuesday, May 8, 2007

ULAMA' SYIAH & AL-QUR'AN

Ulama Syiah dan Al Quran

Al Burhan Site
Segala puji bagi Allah Pemilik alam semesta, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan utusan yang mulia Muhammad, keluarganya yang bersih dan suci juga kepada siapa saja yang meningkuti jejak langkahnya sampai hari kebangkitan nanti, amma ba’du,
Kata-kata ini saya tuliskan untuk anda dengan penuh rasa kecintaan yang mendalam. Dengan kecintaan inilah saya berusaha mengkomunikasikan apa yang saya tulis kepada anda sekalian. Dan saya khususkan anda dengan tulisan ini dikarenakan anda adalah yang memiliki akal yang cerdas yang akan mengutamakannya dari hanya sekedar ikut-ikutan pada hal-hal yang jelas salah.
Dan apa yang saya katakan adalah kebenaran yang berdasarkan pada dalil-dalil dan hujjah. Sehingga akan mudah bagi anda untuk menguak kebatilan dan kerancuannya. Saya tidak akan membahas masalah ini denga basa-basi tapi inilah kebenaran. Masalah ini sangat pelik bagi mereka yang hanya ikut-ikutan tanpa bukti yang benar, tapi bagi anda yang pandai akan sangat mudah, karena hanya dengan sekedar membaca akan tampak jelas kebatilan dan kerapuhan dasar-dasarnya, karena anda adalah pembaca yang memiliki pemahaman.
Masalah ini diyakini oleh kebanyakan ulama syiah, juga termaktub dalam kitab-kitab induk mereka dan yang merupakan keyakinan pokok bagi pengikut faham syiah, keyakinan itu adalah “Al Quran telah mengalami perubahan “.
Maksudnya adalah, bahwasanya Al Quran yang sekarang ada sudah tidak asli, sudah dirubah dan diganti. Quran yang sekarang sudah tidak seperti quran yang diturunkan Allah pertama kali.
Aqidah ini bukan merupakan perkataan atau rekayasa saya, akan tetapi merupakan aqidah dan keyakinan yang saya ambilkan dari buku-buku ulama syiah, ahli hadits mereka dan dari mereka yang memliki pengaruh. Tugasku disini hanyalah memindahkan saja dari sumber-sumber mereka kehadapan anda sekalian, sehingga hanya dengan memaparkannya saja saya yakin akan dengan mudah anda akan bisa menguak kebatilannya. Bagaimana tidak bukanlah Allah ta’ala telah berfirman :
”Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al quran dan Kamilah yang akan menjaganya “ (QS. Al Hijr: 9)
Disini Allah berjanji bahwa Dia-lah yang akan menjaganya, akan tetapi aqidah syiah justru mengatakan bahwa al Qur’an tidak terpelihara.. Allah juga berfirman :
”Tidak datang kebatilan dari hadapannya dan juga tidak dari belakangnya, dia adalah diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.” (QS. Fushilat: 42)
Ini adalah sekedar peringatan dariku. Marilah kita semua berdoa memohon pada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang benar, memohon agar ditampakkan kebenaran pada kita sebagai kebenaran, dan memberi petunjuk kita untuk mengikuti kebenaran, dan memohon agar ditampakkan kebatilan pada kita sebagai kebatilan dan memberi petunjuk pada kita untuk menjauhinya.
Akan tetapi aqidah syiah justru mengatakan bahwa al Quran penuh kebatilan.
Pembaca yang budiman, sebelum kami paparkan keyakinan mereka tentang al Qur’an ini, kami ingin paparkan terlebih dahulu riwayat hidup para ulama syiah tersebut, sehingga kita bisa mengetahui sejauh mana kedudukan, ketinggian ilmu, pengaruh, dan kewenangan mereka dikalangan penganut faham syiah. Dan terbukti bahwasanya mereka bukanlah sosok manusia yang biasa, akan tetapi mereka adalah para pemimpin dan yang memiliki otoritas dan bahkan ada yang termasuk peletak dasar faham syiah. Marilah kita ikuti pemaparan riwayat hidup mereka yang juga kami ambilkan dari buku-buku syiah :
1. Abul Hasan Ali ibn Ibrahim al Qummi, wafat 307 H, dia adalah pengarang kitab tafsir yang bernama al Qummi
Berkata al Majlisi “Ali ibn Ibrahim ibn Hasyim, Abul Hasan al Qummi ,darinya para imam meriwayatkan. Termasuk syeikh yang besar . Banyak kitab biografi menulis tentang kebesaran dan kejujurannya. An Najasyi berkata :” Terpercaya dalam hadits, mazhabnya lurus . ( muqodimah al Bihar 128)
Berkata Syeikh Thoyyibul Musawi dalam muqodimah kitab tafisrnya: ”Tidak disangsikan lagi bahwa kitab tafsir ini merupakan kitab tafsir yang paling awal yang sampai di tangan kita. Kalaulah bukan karena tafsir ini, ilmu tafsir tidak akan berkembang, dan tidak akan menjadi rujukan bagi para penulis, berapa banyak kitab tafisir yang ada merujuk pada kitab ini, seperti as Shofi, Majma’ul Bayan dan al Burhan. ... Kemudian dia berkata: ”Dia adalah tafsir Rabbani, penerang, memiliki makna yang dalam, indah bahasanya, nihil dari kesalahan. Kitab ini tidak ditulis kecuali oleh seorang yang tinggi ilmunya dan tidak akan memahaminya kecuali mereka yang ilmunya tinggi. (dalam muqodimah tafsir al Qummi oleh Thoyyin Musawi al Jazairi hal. 14-16
Barangkali dengan penjelasan ini cukuplah menjadi pejelas sejauh mana ketinggian pengaruh dan posisinya dan posisi kitab tafsirnya dikalangan syiah.
2. Abu Ja’far Muhammad ibn Ya’kub .ibn Ishaq al Kulaini wafat 328 H , diantara karyanya adalah al Kafi.
Berkata ath Thusi: ”Muhammad ibn Ya’kub al Kulaini yang diberi gelar Abu Ja’far al A’war.. Pengaruhnya besar dan seorang alim besar.
Berkata Ardabili: ”Muhammad ibn Ya’kub ibn Ishaq Abu Ja’far al Kulaini Pamannya bernama Allan al Kulaini ar Razi, dia adalah mazhab kami di jamannya, dia adalah orang yang paling terpercaya dalam bidang hadits . Dia mengarang kitab al Kafi ketika masih berumur 20 tahun. (dalam Jamiur Ruwat 2/218, al Hulli hal. 145)
Berkata AghoBazrak Thohrani: ”Kitab al Kafi merupakan kitab hadits yang penting diantara kitab induk aqidah yang empat. Tidak ada kitab yang serupa dengannya yang berisi riwayat dari keluarga Rasulullah . (dalam Dzariah 17/245)
3. Muhammad Baqir al Majlisi wafat 1111 H diantara karyanya adalah “Biharul Anwar al Jamiah Lidurarii Akhbar Aimmatil Athar“ juga kitab “Miratul Uqul fii Syarhi Akhbaril Rasul“, juga kitab “Jalaul ‘Uyun”, juga kitab “Arbain” dan yang lainnya. Berkata Ardabili: ”Dia adalah ustadz dan syeikh kami dan syeikhnya kaum muslimin, penutup para mujahid, imam besar yang alim, disegani, terpandang, tidak ada duanya, terpercaya, karyanya sangat bagus. Kelebihann-kelebihannya sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Dia memliki sebuah karya besar berjudul “Biharul Anwar “ yang memaparkan tentang biografi para imam-imam dan juga syarahnya, sebuah kitab besar yang isinya mendekati satu juta baris (dalam Jamiur ruwat 2/78-79 dan tanqihul Maqol karya Mamaqoni 2/85)
4. Abu Abdillah Muhammad ibn Muhammad ibn Nukman yang masyhur dengan Al Mufid wafat tahun 413 H diantara karyanya adalah buku “Al Irsyad”, “Amali al Mufid”, “Awailul Maqolat” dan yang lainnya.
Berkata Yusuf al Bahrani dalam kitab Lu’luatul Bahrain hal 356-357 :... dia adalah syeikh kaum syiah, pemimpin dan ustadz mereka, kelebihannya sangat besar sekali dan tidak bisa diungkapkan, orang-orang setelahnya banyak mengambil manfaat dari ilmunya.
Berkata Abbas Qummi: ”Syikhya para syaikh yang agung, pemimpin para imam, yang menghidupkan syariat, Menara bagi agama. Terkumpul pada dirinya keutamaan, seorang yang faqih, adil, terpercaya, menjawab persoalan dengan, riwayatnya luas, ahli dalam periwayatan, para perawi dan syair. Dia adalah ahli hadits yang terpercaya pada masanya, ahli dalam fiqh dan ilmu kalam. Banyak yang mendapatkan manfaat darinya di kemudian hari. (Al Kuna wal Alqob jilid 3 hal 164)
5. Husain Muhammad Taqiyuddin an Nuri ath Thobrusi wafat 1320 H dintara karyanya adalah : “Mustadrak Wasail”, “Fashul Khithob fii Itsbat Tahrifil Kitabil Rabil Arbab”.
(kitab yang komprehensif yang memaparkan didalamnya bahwa terjadi peyimpangan dalam al Quran yang periwayatannya disandarkan para imam Syiah dipaparkan disana ratusan hadits ).
Berkata Aghabazrak ath Thohrani : dia adalah salah satu imam hadits, dia juga merupakan ulama terkemuka syiah dan ulama islam di abad ini.... dia adalah salah satu sosok ulama salafusholeh yang tidak ada tandingannya. Dia punya kepandaian, dan dia adalah salah satu dari ayat-ayat Allah yang luar biasa. Tersimpan dalam dirinya bakat-bakat yang menakjubkan, seluruh hidupnya dia persembahkan demi agama dan madzhab syiah. Sepanjang hidupnya merupakan lembaran yang cemerlang yang dihiasi dengan amalan-amalan saleh. Diantara hasil karyanya adalah: ”Fashlul Khithob fii Masalati Tagrifil Kitab“. (Nuqaba’ul Basyar jilid 2 hal 5)
Pembaca yang budiman , inilah sebagian dianatara biografi sebagian ulama syiah yang nantinya akan kami nukilkan sebagian pendapat mereka tentang tahriful quran atau penyimpangan al Quran. Dan jika anda menginginkan informasi yang lebih lengkap anda bisa mengkaji kitab-kitab mereka sehingga anda lebih bisa mengerti banyak. Untuk itu marilah kita simak pendapat-pendapat mereka ini:
1. Nash pertama, diambilkan dari Qummi dalam tafsirnya pada jilid 1 hal 10, dia berkata: ”Diantara yang bukan firman Allah ta’ala adalah ayat “Kuntum khoiro ummah“ Berkata Abu Abdillah kepada pembaca ayat ini ‘khoiro ummah (ummat terbaik)?’ sedangkan mereka membunuh amirul mukminin dan membunuh Hasan dan Husain. Maka dikatakan kepadanya: ”Lantas bagaimana sebenarnya ayat itu diturunkan? Dia berkata: “Kuntum khoiro aimmah (kamu adalah sebaik-baik imam)” bukankah kamu tidak melihat pujian Allah yang terdapat di akhir ayat ini “ takmuruna bil makruf wa tanhauna ‘anil munkar wa tu’minuna billahi” (kalian ber amar ma’ruf dan nahi mungkar serta beriman pada Allah).
Contoh lainnya adalah ayat yang dibacakan kepada Abu Abdullah: ”Alladzina yaquluna rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqin imama” Abu Abdillah berkata: ”Sungguh mereka telah meminta kepada Allah sesuatu yang besar, yaitu meminta supaya dijadikan imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Lantas bagaimana sebenarnya ayat tersebut diturunkan? “waj’al lana minal muttaqina imama ( ya Allah jadikanlah buat kami seorang imam dari kalangan orang yang bertaqwa )”.
Kemudian diantara yang di tahrif/ dirubah adalah :” (ayat)
2. Al Kulaini menyebutkan dalam al Kafi 1/457. Dari Abu Bashir dari abi abdillah berkata: ”Sungguh kami mempunyai sebuh Mushfah yang namanya Mushfah Fathimah, taukah anda apa mushaf Fathimah itu ? Dia berkata: Mushaf Fathimah adalah seperti tiga kali Quran kamu sekalian, demi Allah tidak ada didalamnya satu hurufpun yang tertulis dalam Quranmu (sunni)”.
3. Al Kulaini juga menyebutkan dalam al Kafi, 4/456, Dari Hisam ibn Salim dari Abi Abdillah berkata: ”Sesungguhnya Al Quran yang diturunkan Jibril a.s kepada Muhammad saw jumlahnya adalah 17 ribu ayat. Dan perlu kita ketahui bahwa ayat yang dalam al Quran jumlahnya hanya enam ribuan ayat. Jadi, perbedaannnya sangat jauh.
4. Dalam al Kafi juga disebutkan 4/433, Dari Muhammad ibn Salman dari sebagian sahabatnya dari Abi Hasan berkata: ”Saya berkata kepadanya: “Sesungguhnya kami mendengar ayat-ayat al Quran yang tidak biasa kami dengar sebagaimana dalam quran kami, dan kami juga tidak pandai membacanya sebagaimana kamu sekalian , apakah kami berdosa ? Dia berkata :” Tidak, akan datang nantinya orang yang akan mengajarkan”.
5. Dalam al Kafi jilid 1 hal 441disebutkan :
Dari Jabir: “saya mendengar Abu Ja’far berkata: Setiap orang yg mengatakan bahwa dia telah mengumpulkan seluruh Al Qur’an adalah pembohong, tidak ada yang memiliki seluruh Al Qur’an dan menghafalnya kecuali Ali dan para imam sesudahnya”.
6. Berkata Abu Hasan al Amili dalam muqoddimah yang kedua, bagian ke-empat dalam tafsir Miratul Anwar wa Misykatul Asrar: ”menurutku sudah sangat jelas perkataan bahwa al Quran telah diubah dan di ganti. Setelah saya meneliti, bisa saya katakan bahwa keyakinan itu merupakan dhoruriyah dalam madzha syiah. Dan bisa dikatakan bahwa tujuannya adalah untuk merampas kekholifahan”.
7. ‘Ayasyi meriwayatkan dalam tafsirnya, juz 1 hal. 25. Dari Abi Ja’far bahwasanya dia berkata: ”kalaulah tidak ada tambahan dan pengurangan dalam Kitabullah niscaya kebenaran yang kita miliki tidak akan tertutup.
8. Berkata Haj Karim al Kirmani yang diberi gelar Mursyidul Anam dalam bukunya “irsyadul Awam juz. 3 hal 221 dalam bahasa Parsi: ”Setelah Imam Mahdi muncul dan membacakan al Quran dia berkata: ”wahai kaum muslimin inilah al Quran yang sesungguhnya yang telah diturunkan kepada Muhammad dan yang telah dubah dan diganti “.
9. Berkata Mulla Muhammad Taqiy al Kasyani dalam buku Hidayatuth Tholibin hal 368 dalam bahasa Parsi: ”Utsman memerintahkan kepada sahabatnya Zaid ibn Tsabit yang merupakan musuh Imam Ali supaya mengumpulkan al Quran dan menghapus darinya ayat tentang keluarga ahlul bait. Dan al Quran yang sekarang ini tersebar luas yang terkenal dengan sebutan mushfah utsmani adakah mushaf yang sama dengan mushaf dari utsman.
Setelah kita membaca sebagian pendapat ulama-ulama besar syiah, bahkan merupakan dasar aqidah madzhab mereka. Pertanyaannya, adakah disana ada ulama kalangan syiah yang membantahnya? Jawabannya adalah ada, Disini kami tidak akan melakukan diskriminasi, semua pendapat akan kami kemukakan. Diantara ulama yang membantah kepercayaan ini – bahwa al Quran sudah diubah dan diganti – adalah: (Abu Ja’far ath Thusi, Abu Ali ath Thobrusi penulis majmaul Bayan, Syarif Murtadho, Abu Ja’far ibn Bawabaih al Qummi (ash Shiddiq)). Dan diantara yang menyebutkan jajaran ulama ini adalah an Nui ath Thobrusi dalam bukunya Fashlul Khithob fii itsbat tahrifi Kitab Rabbil Arbab hal 23, dia berkata: ”Perkataan bahwasanya al Quran yang tersebar luas dikalangan manusia adalah tidak mengalami perubahan dan bahwasanya apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah seperti yang sekarang terdapat ditangan manusia adalah pendapat ash Shoduq, Sayyid Murtadho, Syeikh Thoifah ath Thusi dalam tibyan dan para ulama terdahulu banyak yang tidak sepakat dengannya “.
Berkata pula Nikmatullah al Jazairi dalam bukunya Anwar Nukmaniyah juz.2 hal 357: ”Kami memang mengakui ada sahabat kami- semoga Allah meridhoi mereka – telah sepakat tidak ada perubahan dalam Al Quran , diantara mereka adalah ash Shoduq, Murtadho, Syeikh Thobrusi mereka menetapkan bahwa al Quran yang ada adalah mushaf yang asli yang tidak ada didalamnya perubahan dan penyimpangan“.
Pertanyaan dan Jawaban, Apakah motivasi mereka sehingga mereka mengatakan bahwa al Quran tidak mengalamai perubahan dan penyimpangan, sebagaimana dikatakan pendahulu mereka apakah memang benar-benar karena dorongan aqidah ataukah karena sekedar melakukan taqiyah? Yang mana dikatakan bahwa: ”Seseorang yang tidak bertaqiyah maka dia tidak beriman“. (9 dalam ushulul Kafi juz 2 hal 222)
[1]
Jawabannya adalah, sangat disayangkan adalah karena taqiyyah..Hal ini sebagaimana dikatakan An Nuri Ath Thobrosi dalam bukunya :” Tidak diherankan bagi yang memperhatikan bahwa pembahasannya akan berujung pada kecenderungan memihak mereka yang mengakui bahwa al Quran telah mengalami perubahan “.


[1] Salah satu kaedah dalam berhubungan dengan orang bermazhab syi’ah, pasti dia melakukan taqiyah, karena jika tidak bertaqiyah maka dia tidak beriman alias kafir.

THINAH DALAM SYIAH

THINAH

Haqaiq site

Aqidah ini merupakan salah satu wacana syiah yang tersembunyi dan termasuk salah satu diantara aqidah yang harus sangat dirahasiakan khususnya kepada orang-orang awam syiah. Karena seandainya mereka mengetahui akidah ini maka mereka akan melakukan hal-hal yang sifatnya merusak dengan satu keyakinan bahwa balasannya di akherat kelak akan ditanggung oleh orang lain.[1]
Pada awalnya memang aqidah ini merupakan hal yang ditolak dikalangan cendekiawan syiah yang terdahulu, seperti Murtadho dan Ibn Idris. Dikarenakan menurut pandangan mereka – meskipun beberapa riwayat telah berhasil menyusup ke dalam buku-buku syiah – akan tetapi hal itu merupakan hadits ahad (tunggal) yang menyelisihi Kitab dan Sunnah dan juga Ijma”, oleh karena itu wajib ditolak.[2]
Akan tetapi sejalan dengan waktu, akhbar tentang hal ini semakin banyak sehingga berkata syeikh mereka Ni’matullah Al Jazairi ( wafat 1112 H): ”Sesungguhnya ulama-ulama kami telah meriwayatkan tentang hal ini dengan sanad yang sangat banyak, maka sudah tidak ada alasan lagi untuk menolaknya. Dan tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa status riwayatnya adalah ahad, akan tetapi sudah menjadi khobar yang mutawatir (banyak jalan periwayatannya)
[3]. Al Jaza’iri mengatakan ini sebagai bantahan terhadap mereka yang menolak mempercayai akidah ini.
Kemudian yang tampak mempelopori aqidah ini adalah Syeikh mereka yang bernama Al Kulaini yang menulis sebuah bab tersendiri dalam bukunya: ”Bab Thinatul Mukmin wal Kafir”. Yang terangkum didalamnya tujuh hadits
[4]. Kemudian hadits tentang ini semakin banyak sepeninggal Kulaini, hingga Mulla Baqir Majlisi dalam Biharul Anwar mengutip 67 hadits tentang thinah dalam bab yang berjudul “bab thinah dan perjanjian”[5]. Barangkali para pembaca ingin sekali mengetahui lebih lanjut tentang akidah yang membuat seorang syiah mempunyai berkeyakinan apabila mereka melakukan perbuatan dosa sekecil apapun maka dosanya akan ditanggung oleh ahlussunnah, dan setiap amal saleh yang dikerjakan ahlus sunnah maka pahalanya akan diberikan kepada orang syiah. Oleh karena itu kalangan ulama syiah menyembunyikan hal ini dari orang awam syiah karena satu kekhawatiran apabila hal ini diketahui maka akan banyak terjadi kerusakan di muka bumi (karena kaum syiah akan merasa bebas berbuat apa saja, selama dosanya akan ditanggung oleh ahlussunnah).
Penjelasan terlengkap mengenai akidah ini ada dalam kitab “Ilalu asysyara’i” karangan Ibnu Babawaih Al Qummi yang memuat penjelasan ini dalam kitabnya sebanyak 5 halaman sekaligus menjadikan bahasan ini sebagai penutup kitabnya
[6]. Sementara itu sebagian ulama syiah yang hidup pada saat ini memuji penjelasan Ibnu Babawaih dan menyebutnya sebagai penutup yang baik bagi kitabnya[7]
Ringkasan keyakinan itu adalah bahwasanya kaum syiah diciptakan dari tanah liat* khusus dan orang sunni dicptakan dari tanah liat yang lain. Maka terjadilah percampuran antara keduanya. Jadi apabila terjadi kemaksiatan dikalangan syiah adalah dikarenakan percampurannya dengan thinah sunni, dan apabila dijumpai kebaikan dan amanah yang ada dikalangan sunni merupakan pengaruh dari thinah syiah. Maka nanti dihari kiamat segala keburukan yang dilakukan oleh kaum syiah, akan ditanggungkan kepada orang sunni, dan kebaikan kaum sunni akan diberikan kepada kaum syiah.
Barangkali bisa disimpulkan sebab timbulnya keyakinan semacam ini adalah dikarenakan adanya pertanyaan dan keluhan-keluhan yang dilontarkan kepada para pemuka mereka. Kaum syiah mengeluhkan kaum mereka yang tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa-dosa besar dan juga adanya muamalah yang tidak baik yang terjadi di antara mereka serta banyak kegelisahan dan kebimbangan yang tidak diketahui sebabnya. Akan tetapi para ulama syiah berdalih bahwa hal ini disebabkan karena percampuran antara thinah syiah dan thinah sunni pada penciptaan pertama.
Untuk itu marilah kita lihat sebagaian di antara pertanyaan ini yang mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada masyarakat syiah, Ibn Bawabaih meriwayatkan dengan sanadnya dari ibn Ishaq Al Laitsi berkata: ”Saya bertanya kepada Abu Ja’far Muhammad ibn Ali Al Baqir Alaihis salam: Wahai putra Rasulullah, beritahukan kepada kami tentang seorang mukmin yang benar
[8], apabila dia sampai pada puncak makrifah dan sempurna mungkinkah dia berzina?” Dia berkata: ”Tidak”. Saya berkata: ”Mungkinkah minum khomer?” Dia berkata: ”Tidak”. Saya bertanya: ”Mungkinkah melakukan salah satu dari dosa besar atau salah satu dari hal yang keji“. Dia berkata “Tidak”. Saya berkata: ”Wahai putra Rasulullah sesungguhnya saya dapati orang-orang syiah kita meminum khomer, melakukan perampokan dijalan dan menjadi hantu di jalanan, berzina dan melakukan homosex, memakan riba, melakukan perbuatan keji, meremehkan sholat , puasa dan zakat, memutuskan hubungan sillaturrahmi dan banyak memperbuat dosa-dosa besar[9], bagaimana hal ini bisa terjadi pada syiah dan sangat berbeda dengan keadan orang sunni? Dia berkata: ”Wahai Ibrahim adakah sesuatu yang lain yang masih bergejolak dalam hatimu?” Saya berkata: ”Wahai putra Rasulullah! ada beberapa hal yang lebih besar dari itu semua! Dia berkata: ”Apa itu wahai Abu Ishaq?” Berkata: ”Kemudian saya berkata: ”Wahai putra Rasulullah, saya dapati musuh-musuh kalian[10], justru mereka banyak melakukan sholat, puasa dan mengeluarkan zakat. Mereka juga begitu giat melakukan ibadah haji dan umrah, bersemangat melakukan jihad, kebaikan, menyambung sillaturrahmi, memenuhi hak saudaranya, meringankan beban derita mereka dengan harta, menjauhi minuman keras, zina dan homosex serta segala perbuatan keji, bagaimana hal ini bisa terjadi pada mereka dan terjadi sebaliknya pada syiah? Tolong jelaskan hal ini semua kepadaku dengan sejelas-jelasnya. Sungguh hal ini telah banyak memakan fikiranku, membuat aku tidak bisa tidur dan dadaku menjadi sempit[11].
Ini merupakan salah satu pertanyaan kegelisahan yang mengungkap kebobrokan masyarakat syiah yang penuh dengan kemaksiatan bila dibandingkan dengan kenyataan para salaf dan ulama ahlussunnah dan sebagian besar mereka yang dihiasi dengan ketakwaan, amanah dan kebaikan. Pertanyaan ini dijawab dengan jawaban “Aqidah Thinah”, yaitu bahwa segala kemaksiatan yang terjadi dikalangan syiah bersumber dari kaum sunni sebaliknya kebaikan dan amal saleh yang dilakukan kaum sunni adalah karena tanah liat “Milik Kaum Syiah”.
Seorang penanya lain bernama Ishaq Al Qummi bertanya pada Abu ja’far: “Wahai Abu Ja’far, saya melihat seorang mukmin yang sependapat denganku
[12], dan mengakui wilayah ahlul bait, dan saya tidak mempunyai masalah dengannya, selalu minum khomer, berzina, melakukan homosex[13], dan jika saya datang kepadanya untuk meminta bantuan maka saya dapati dia murung mukanya, mencerminkan wajah kebencian dan ketidaksenangan, lagi berlambat-lambat dalam membantu keperluanku, tapi sebaliknya, aku melihat seorang nasibi[14] yang berbeda pendapat denganku bahkan tahu jika aku berbeda mazhab dengannya, jika aku mendatanginya untuk meminta bantuan, aku dapati wajahnya berseri-seri, nampak dari wajahnya kegembiraan, dan bersemangat dalam membantuku, merasa gembira dengan membantuku. Dia banyak melakukan sholat, puasa, sedekah dan mengeluarkan zakat, serta jika diberi amanah maka dia menyampaikannya.[15]
Penanya barusan lebih banyak keluhannya tentang buruknya perlakuan antara penganut syiah, sifat tidak amanat yang ada pada mereka sedangkan dia melihat kaum sunni yang notabene adalah musuhnya ternyata lebih baik akhlaknya dari kaum syiah yang notabene adalah temannya sendiri, lebih senang membantu keperluannya dan lebih baik amal ibadahnya.
Seseorang lagi mengeluh pada Abu Abdillah Ja’far Assodiq tentang perasaan gelisah yang tidak diketahui sebabnya: dari Abu Bashir dia berkata: Saya masuk menemui Abu Abdillah bersama seseorang dari teman kami (syiah) lalu aku berkata: Wahai Abu Abdillah, saya selalu merasa gelisah dan sedih tanpa kuketahui sebabnya….
[16]
Rupanya penyebab kegelisahan ini adalah ajaran syiah yang tidak memiliki kejelasan dan penuh kontradiksi, yang diyakini oleh syiah. Tetapi sang imam hanya menejelaskan semua itu dengan akidah thinah ini.
Pertanyaan di atas dan lainnya masih banyak
[17], mencerminkan betapa mereka membangun aqidah mereka, muamalah mereka dan akhlak serta agama mereka. Akan tetapi para imam mereka dan pemuka agama mereka berusaha mengelabui pertanyaan dan keluhan-keluhan ini dengan berdalih pada satu aqidah yang mereka namakan dengan thinah. Untuk itu marilah kita lihat jawaban para imam mereka.
Berkata Imam mereka: ”Wahai Ishaq (perowi berita ini) bukankah kamu mengetahui dari mana kamu diciptakan? Saya berkata: ”Demi Allah saya tidak tahu, kecuali kamu memberitahukan hal itu kepadaku. Berkata: ”Wahai Ishaq! Sesungguhnya Allah Ta’ala ketika menyendiri dengan keesaann-Nya, Dia memulai sesuatu dengan tanpa apapun, kemudian Dia mengalirkan air yang segar pada tanah yang baik selama tujuh hari tujuh malam, kemudian memisahkan tanah itu dari air. Kemudian Allah mengambil satu genggaman dari tanah yang bersih itu satu genggam tanah (thinah) yang kemudian Dia jadikan Thinah kita, Thinah ahlul bait. Kemudian Dia ambil dari bawahnya satu genggaman (thinah) dan menjadikannya menjadi thinah syiah. Kalaulah Allah Ta’ala membiarkan thinah syiah tadi sebagaimana adanya, niscaya tidak ada salah seorang diantara mereka yang berzina, minum khomer, mencuri, homosex dan juga tidak akan melakukan seperti apa yang kamu sebutkan tadi. Akan tetapi Allah Ta’ala mengalirkan air yang asin pada tanah yang terlaknat selama 7 hari, lalu memisahkan air dari tanah itu, lalu Dia mengambil segenggam dari tanah itu, yaitu thinah yang terlaknat berwarna hitam dan berbau busuk, yaitu thinah musuh kita. Dan kalaulah Allah Ta’ala membiarkan thinah ini sebagaimana dia mengambilnya. Niscaya kamu tidak akan melihat mereka berakhlak seperti manusia dan tidak akan bersyahadat, mereka tidak akan puasa, tidak akan sholat dan juga tidak akan melakukan haji. Akan tetapi Allah Ta’ala mencampur kedua air tadi, maka apabila kamu melihat dari saudara kamu perkataan yang tidak baik, mereka melakukan zina, atau apapun seperti yang kamu sebutkan, mulai dari minum khomer dan yang lainnya, hakekatnya hal itu bukan dari asli mereka dan juga bukan dari iman mereka. Akan tetapi pada hakekatnya hal itu adalah pengaruh dari kaum Nasibi (orang sunni) yang melakukan keburukan sebagaimana yang kamu sebutkan. Adapun kebaikan-kebaikan yang dilakukan kalangan sunni, mulai dari akhlak yang baik, sholat, puasa, shodaqah, atau haji pada hakekatnya bukan merupakan asli mereka, akan tetapi merupakan pengaruh keimanan yang mereka dapatkan.
Kemudian saya berkata: ”Lantas bagaimana nanti di hari akhir? Dia berkata kepadaku: ”Wahai Ishaq, adakah Allah akan mengumpulkan kebaikan dan keburukan dalam satu tempat? Apabila datang hari kiamat maka Allah akan mengambil berkas keimanan dari mereka kemudian dikembalikan kepada pemiliknya yang asli. Dan segala sesuatu akan kembali pada unsurnya yang pertama... Kemudian saya bertanya: ”Apakah kebaikan mereka akan diambil dan dikembalikan kepada kita? Dan apakah keburukan kita akan dikembalikan kepada mereka? Berkata: ”Ya, demi Allah yang tidak Ilah kecuali Dia
[18].
Inilah aqidah Thinah. Dan pada bagian akhir dituliskan: ”Ambilah pengertian ini bersamamu wahai Abu Ishaq, demi Allah sesungghnya dia adalah termasuk orang yang menyembunyikan rahasia kita. Dan pergilah dan jangan diceritakan kepada siapapun kecuali seorang mukmin yang mustabshir
[19] karena jika kamu sebarkan kepada manusia artinya kamu akan mendatangkan bencana bagi diri kamu sendiri, pada harta, keluarga dan anak kamu sekalian“[20].
Maka hal ini sebagaimana kita saksikan merupakan aqidah yang sangat rahasia, maka apakah akan terlintas di benak pencetus aqidah ini bahwasanya akan terkuak di tangan kaum sunni kemudian menyebarluaskannya pada khalayak sebagai sebuah kebusukan...?
Bantahan terhadap keyakinan ini :
- Pertama, Riwayat yang saling bertentangan, sebagaimana anda lihat dalam pertanyaan dan keluhan diatas, bahwasanya orang syiah adalah kaum yang tenggalam dan kemaksiatan dan kemungkaran, mempunyai muamalah yang buruk dan akhlak yang bejat, lantas bagaimana mungkin dia merupakan makhluk yang diambilkan dari thinah yang bersih dan merupakan ciptaan yang paling suci?
- Kedua, Allah Ta’ala telah menciptakan manusia semuanya berada pada fitrah Islam berfirman Allah Ta’ala:

”Maka hadapkanlah wajahmu pada din yang hanif ini, yang merupakan fitrah dari Allah yang telah diberikan kepada kepada manusia . Tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah dan itulah agama yang lurus.....” (Arrum: 30)
- Ketiga, Dalam masalah thinah ini, syiah berarti telah memakai faham bahwa manusia terikat atas apa yang dikerjakannya dengan sebuah takdir, manusia tidak memiliki pilihan. Yang mana perbuatan manusia berdasarkan thinah awalnya Padahal madzhab mereka menyatakan bahwa manusia mampu menciptakan perbuatannya sendiri sebagaimana madzhab mu’tazilah.
- Keempat, riwayat-riwayat tentang thinah ini menyatakan bahwa keburukan dan kemaksiatan yang dilakukan kalangan syiah akan dibebankan dosanya kepada kaum sunni dan kebaikan yang telah dikerjakan kamu muslimin pahalanya akan diberikan kepada kaum syiah. Hal ini jelas sekali bertentangan dengan keadilan Allah dan juga berlawanan dengan akal sehat dan fitrah manusia. Dan sangat berlawanan dengan ayat-ayat berikut:
Artinya :”Dan seseorang tidak akan memikul dosa orang lain. “ (Al An’am: 164)
Artinya: ”Setiap jiwa dengan apa yang telah dikerjakannya terikat.” (Al Mudatsir: 38)
Artinya: “Barangsiapa yang beramal kebaikan seberat biji sawi maka Allah akan melihatnya, dan barangsiapa yang melakukan keburukan seberat biji sawi, maka Allah akan mengetahui.” (Al Zalzalah: 7-8)
Artinya: “Pada hari ini akan dibalas setiap diri dengan apa yang telah diperbuatnya, tidak ada kezaliman pada hari itu.” (Ghafir: 17)
Makalah ini menyatakan tentang kebusukan mereka, cukup menggambarkan bagaimana kerusakan aqidah mereka, madzhab syiah imamiyah. Sampai sekarang kaum syiah tidak malu untuk menyatakan tentang aqidah ini maka bisa didapati hal ini dalam buku mereka “Biharul Anwar” dan dalam “Al Anwar Nu’maniyah” yang dikomentari oleh pakar syiah yang menyatakan keridhoannya terhadap aqidah sesat ini.
Kita selalu menanti bantahan resmi dari hauzah ilmiyah di Qum maupun Najaf, bahwa syiah tidak meyakini keyakinan yang dijelaskan di atas. Karena hanya hauzah ilmiyah lah yang memiliki kredibilitas dan kapabalitas untuk membantahnya, bukannya orang-orang yang baru masuk syiah 7 atau 10 tahun yang lalu.


[1] Al Anwar Annu’maniyyah jilid 1 hal 295
[2] Al Anwar Annu’maniyyah jilid 1 hal 293
[3] Al Anwar Annu’maniyyah jilid 1 hal 293
[4] Usulul Kafi , jilid 2 hal 2-6
[5] Biharul Anwar jilid 5 hal 225-276
[6] Ilalu Asysyara’i’ hal 606-610
[7] Biharul Anwar jilid 5 hal 233 (Footnote)
*thinah berarti tanah liat, Allah menciptakan manusia dari tanah liat. Jadi tanah liat syiah dan tanah liat sunni berbeda.
[8] Maksudnya adalah orang penganut syiah
[9] Inilah ciri-ciri “pengikut ahlul bait”
[10] Maksudnya adalah penganut Ahlussunnah
[11] Ilalusyara’i’ hal 606-607 Biharul Anwar jilid 5 hal 228-229
[12] Maksudnya bermazhab syiah.
[13] Rupanya perbuatan-perbuatan di atas sudah menjadi kebiasaan “pengikut ahlul bait” sejak jaman Imam Abu Ja’far Muhammad Al Baqir.
[14] Maksudnya adalah orang yg bermazhab sunni
[15] Ilalusysyara’i’ hal 489-490, Biharul Anwar jilid 5 hal 246-247
[16] Biharul Anwar jilid 5 hal 242 yang menyandarkan riwayat ini pada Ilalusyara’i’ hal 42.
[17] Bisa anda lihat di buku Al Kafi dan Biharul Anwar dalam bab thinah
[18] Ilalusyara’i’ hal 490-491, Biharul Anwar jilid 5 hal 247-248
[19] maksdunya adalah orang syiah
[20] Ilalusyara’i’ hal 610, Biharul Anwar jilid 5 hal 233

PS AL-QUR'AN

Internasional

Rabu, 09 Mei 2007 : 08.54 WIB

Mahasiswa Malaysia Ciptakan PS Al-Qur`an

Kualalumpur, CyberNews. Para penggemar permainan video di seluruh dunia dalam waktu dekat bisa berdoa sekaligus bermain, menyusul diciptakannya Al-Qur`an yang dapat diunduh (download) ke konsol PlayStation.
Ikhwan Nazri Mohamad Asran (21) merancang perangkat lunak tersebut setelah melihat hal serupa untuk Alkitab. "Untuk Alkitab sudah dibuat, lalu kenapa Al-Qur`an belum, penerapannya dapat membantu kaum muda membaca Al Qur`an," kata Ikhwan kepada AFP, Selasa.
Para penggemar PlayStation, yang sangat terbiasa memainkan games seperti Ridge Racer dan Metal Gear Acid, dapat mengunduh Al-Qur`an versi bahasa Inggris dengan tampilan huruf Arab, dari internet.
Ikhwan mengemukakan bahwa perangkat lunak itu dapat diterima para orangtua, yang sering mencurigai Internet serta permainan.
"Untuk sebagian orangtua, saat kita berbincang soal Internet, yang mereka bayangkan adalah pornografi dan hal-hal jelek. Saat kita berbincang tentang PlayStation, yang mereka lihat adalah main-main dan cuma menghabiskan waktu tanpa belajar. Seorang ibu biasa bilang, baca Al-Qur`an dulu lalu kamu boleh main games."
Perangkat lunak tersebut diciptakan menyusul pembuatan The Raise, suatu majalah tentang Islam dalam bahasa Inggris untuk PlayStation, yang juga memuat hal lain seperti gambar latar (wallpaper) yang Islami.
"Kami memusatkan diri untuk memberikan informasi mengenai Islam dan meluruskan kekeliruan non-muslim tentang muslim," kata Ikhwan.
Mahasiswa Multimedia University, selatan Kuala Lumpur itu, akan diwisuda tahun ini sebagai sarjana multimedia kreatif. Dia mulai membangun perangkat lunak Al-Qur`an itu di sela kuliah pada Januari dan dibantu satu tim beranggotakan 10 mahasiswa sukarelawan.
Perangkat lunak itu diluncurkan awal bulan ini kepada para orangtua dalam suatu acara malam penggalangan dana Muslim. Menurut Ikhwan, orangtua tersebut memberi tanggapan baik dan untuk menindaklanjuti permintaan, dia akan memasukkan pelafalan Al-Qur`an.
Perangkat lunak itu akan dapat diunduh secara cuma-cuma setelah 19 Mei di situs web http://raise.flavert.com. "Semua berkas (file) harus diunduh, dimasukkan ke `memory stick`, baru bisa dibaca. Semua petunjuk sudah ada di dalamnya," kata Ikhwan.( ant/Cn08 )

Monday, May 7, 2007

KEJAHATAN SYI'AH

Bahwa seorang pemerhati hakekat (syiah) Rofidhoh serta aktifitas mereka akan mudah mengetahui bagaimana kriminal serta rasa benci mereka terhadap seluruh manusia dan khususnya golongan Ahlussunnah dimana perasaan benci ini berasal dari aqidahnya yang telah membuat pandangan mereka terbalik, yang baik dianggap buruk dan sebaliknya.. keburukan dianggap sebagai kebajikan.

(Syiah) Rofidhoh adalah sekelompok orang liar yang berlaku kejam, ganas pada mereka berbeda kenyakinan terutama Ahlussunnah yang dianggap sesat serta menjadi musuh utama mereka, yang selalu menerangkan kebobrokan akidah syi’ah pada masyarakat, karena ini pula mereka menghalalkan darah dan harta Ahlussunnah.

Anda perlu membaca kutipan-kutipan dari buku mereka,.
Diriwayatkan dari Dawud bin Farqod. Dia berkata : “Saya berkata pada Abi Abdillah AS. Apa pendapatmu tentang membunuh seorang Nasibi? Ia berkata: halal darahnya akan tetapi hati-hatilah dan bila kau dapat runtuhkan dinding atas mereka dan tenggelamkan mereka kedalam air supaya tidak ada bukti/ jejak”.(Wasa’ilusyi’ah 18/463, Biharul Anwar 27/231).

Komentar Imam Khumaini terhadap kutipan di atas : “jika kamu dapat mengambil hartanya maka ambillah, jangan lupa memberi kami seperlimanya”. Di samping ketarangan di atas, Khomeini mengatakan dalam kitabnya Tahrirul Wasilah jilid 1 hal 352 : pendapat yang terkuat adalah menyamakan Nasibi dengan orang kafir dalam hal diperbolehkan mengambil hartanya sebagai ghanimah dan wajibnya memberikan seperlima dari rampasan harta itu, dan yang jelas diperbolehkan mengambil harta mereka di mana saja dengan cara apa saja serta wajib memberikan seperlima dari harta tersebut pada kami.

Sayid Ni’matullah Al Jazairi salah satu tokoh (Syiah) Rofidhoh berkata (sesungguhnya pada suatu kita Ali bin Yaqthin menteri salah seoran menteri yang bermazhab syi’ah. Suatu kali dalam penjaranya terdapat sekelompok orangg yan gtidak bermazhab syi’ah, lalu dia menyuruh anak buahnya agar merobohkan atap penjara maka sejumlah 500 orang mati tertimpa atap bangunan) Kitab Al Anwar Annu’maniyah jilid 3 hal 308.

Buku sejarah mengisahkan tentang masuknya Hulako ke Baghdad. Dia telah melakukan pembantaian terbesar dalam sejarah manusia di mana sungai Tigris menjadi merah airnya karena banyaknya mayat ahlussunnah yang dibunuh dan diceburkan dalam sungai. Setelah itu warna sungai berubah menjadi biru karena banyaknya buku-buku yang diceburkan. Penyebab semua ini adalah dua orang menteri yang bernama Nasiruddin Attusi dan Muhammad bin Alqomi, keduanya menjadi menteri pada khilafah Abbasiyah, dan keduanya adalah penganut Syi’ah, mereka berdua diam-diam menjalin komunikasi dengan Holako dan berhasil mempengaruhi Hulako agar menginvasi Bagdad sekaligus meruntuhkan pemerintahan Abbasyiah. Keduanya punya kekuasaan yang luas dalam pemerintahan namun perasaan benci pada khilafah Abbasiyah tetap membara dalam hati mereka karena khilafah Abbasiyah menganut mazhab Ahlussunnah, maka begitu Hulako masuk dan merobohkan khilafah Abbasiyah, lalu mereka berdua menjadi menteri Holako padahal Hulako bukanlah seorng Muslim tapi dia adalah penyembah berhala.[1]

Ternyata Khomeini sangat puas terhadap kinerja Ali bin Yaqthin, Thousy dan Alqomi dan menganggap bahwa apa yang telah mereka perbuat adalah suatu kontribusi yang besar terhadap Islam.

Sayid Ni’matullah Aljazairi berkata tentang nasibi (sebentar lagi pembaca akan mengatahui, siapa itu Nasibi) : “ Ulama Syi’ah sepakat bahwa bahwa nasibi adalah orang-orang kafir dan najis, lebih jahat dari orang-orang Yahudi dan Nasrani . ciri-ciri Nasibi adalah mendahulukan orang selain Ali dalam kepemimpinan kaum muslimin setelah wafatnya Rasulullah”. Al Anwar Annu’maniyah jilid 2 hal 207-208.

Berarti siapa saja yang berpendapat bahwa khalifah yang pertama setelah Nabi wafat adalah Abubakar, Umar dan Usman adalah nasibi (pembenci, pembangkang ahlul bait).

Sahabat Nabi adalah kaum yang paling banyak terkena caci-maki syi’ah, terutama Abu Bakar – Umar – Ustman – Aisyah - Hafsah yang keduanya adalah istri Rasululloh, oleh karena itu dalam do’a berhala quraisy tercantum demikian :”Ya Alla laknatilah dua berhala Quraisy,- Abu Bakar – Umar- Jibt dan Toghutnya, serta kedua anaknya -Aisyah dan Hafsoh-. Doa ini tercantum dalam literatur syiah. Dan Khumaini selalu membacanya tiap hari setelah selesai sholat shubuh, seperti yang dikisahkan Husein Musawi, seorang Mujtahid Syi’ah yang kembali pada Ahlussunah dalam bukunya Lillah tsumma littarikh.

Dari Hamzah bin Muhmmad Athhoyar berkata : suatu hari kami menyebut-nyebut Muhamad bin Abi Bakr lalu Ia berkata (semoga Alah merahmatinya. Ia berkata, suatu hari Muhammad bin Abi Bakri berkata pada kepada Amirul Mu’minin Ali bin Abi Tolib :” Bentangkan tanganmu, saya akan membaiat . Ia berkata apa yang akan engkau lakukan. Ia berkata baiklah, kemudian ia membentangkan tangannya maka ia berkata : Saya bersaksi bahwa engkau adalah pemimpin yang harus di taati dan ayahku (Abu Bakar) tempatnya di neraka. Rijalul Kisysyi hal 61.

Dari Syuaib dari Abi Abdillah As Berkata “setiap keluarga pasti ada yang baik di antara mereka, dan sebaik-baik orang di antara keluarga yang jahat adalah Muhammad bin Abi Bakr”.Rijalul Kisyi hal 61.

Adapun Umar, Sayyid Ni’matullah Aljazairi berkata :”Umar bin Khottob menderita penyakit dilobang anusnya yang tidak dapat diobati selain dengan air mani”. Al Anwar Annu’maniyah jilid 1 hal 63.

Dan ketahuilah bahwa di kota Kasyan di Iran ada sebuah daerah bernama (Baghi fin) ada sebuah monumen seperti monumen pahlawan tak dikenal di di dalamnya ada kuburan yang diyakini sebagai kubur Abi Lu’lu’ah Fairuz Al Faarisy Al Majusi si pembunuh Umar bin Khotthob dimana orang biasanya menyebutnya dengan nama yang maknanya dalam bahasa Indonesia (kuburan pahlawan Agama yang pemberani). Abu Lu’lu’ah dijuluki demikian karena dia berhasil membunuh Umar bin Khotob.

Di dinding bangunan ini terdapat tulisan dalam bahasa parsi “ marak bar Abubakar, marak bar Umar, Marak bar Utsman”, yang artinya “mampuslah Abu Bakar – Umar – Usman”.

Tempat ini dikunjungi oleh orang-orang Iran dan mereka banyak memberikan sumbangan harta, saya telah menyaksikan sendiri tempat ini (ucapan ini dari Husein Musawi). Kementerian pendidikan Iran telah merenovasi tempat ini, lebih dari itu foto tempat ini dijadikan kartu pos.

Di ceritakan oleh kulaini dari Ja’far As berkata sesungguhnya Abu Bakar – danUmar Meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat dan tidak ingat apa yang telah mereka lakukan pada Ali bin Abi Tolib , maka keduanya mendapat la’nat dari Allah, Malaikat dan semua manusia. Al Kafi jilid 8 hal 246.

Dan diriwayatkan oleh Ali bin Yunus Al Bayadhi : bahwa Ustman adalah seorang gay dan banci. Sirotul Mustaqim jilid 2 hal 30.

Kemudian yang menjadi pertanyaan bila ketiga kholifah Abu Bakar, Umar, Ustman bertingkah laku sebagaimana disebutkan di atas lantas bagaimana Ali membai’at mereka dan bagaimana Ali menjadi menteri bagi ketiganya semasa mereka menjabat sebagai khalifah?

Dan bila yang seperti dikatakan Sayid Aljazairi bahwa Umar bin Khottob menderita penyakit dilobang anusnya yang tidak dapat diobati selain dengan air mani, lantas bagaimana Ali mau menikahkan anaknya Ummi Kultsum dengan Umar? Apakah Ali tidak tahu bahwa Umar terkena penyakit itu, sementara Ni’matullah Al Jazaa’iri tahu? Kita hanya perlu menggunakan sedikit akal sehat.

Tentang Aisyah, Ibnu Rajab Al Barsi berkata bahwa sesungguhnya Aisyah telah mengumpulkan uang haram sebanyak 40 dinar. Masyarif Anwaril Yaqin hal 86.
Telah diriwayatkan oleh Kulaini :”semua orang adalah anak zina dan pelacur kecuali Syi’ah.”Al Kafi jilid 8 hal 135.

Sebagian nukilan dari kitab mereka yang mengisahkan tentang apa yang dilakukan oleh Imam Mahdi Syi’ah :
1. Melaksanakan hukuman had terhadap Aisyah. Abu Ja’far berkata : jika Imam Mahdi telah keluar, maka Aisyah akan datang padanya, untuk menghukumnya dengan mencambuk dan membalaskan dendam Fatimah. Biharul Anwar jilid 52 hal 314
2. Mengeluarkan Abu bakar dan umar dari kuburnya kemudian menyalibnya dan membakarnya. Al Anwar Annu’maniyah jilid 2 hal 85.
3. Akan menyebarkan malapetaka. Dari Abu Ja’far berkata : “ Allah telah mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat, dan membangunkan Mahdi sebagai malapetaka. Biharul Anwar jilid 52 hal 315.
4. Akan membunuh semua anak cucu para pembunuh Imam Husein. Imam Ridho ditanya : Apa pendapatmu tentang hadits yang diriwayatkan dari Imam Ja’far Assodiq : jika Imam mahdi telah muncul, dia akan membunuh seluruh anak cucu para pembunuh Imam Husein karena perbuatan kakek mereka. Imam Ridho menjawab : hal itu benar adanya. Aku berkata : bagaimana dengan firman Allah : seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain (surat Annajm) dia menjawab :para anak cucu pembunuh Husein telah ridho terhadap perbuatan kakek mereka dan bangga akan hal itu.

Setelah runtuhnya pemerintah Pahlawi di Iran karena Revolusi dan Khumaini memegang kendali pemerintahan maka para ulama Syiah harus mengunjungi Imam untuk mengucapkan selamat atas kemenangan ini dengan berdirinya negara Syiah modern yang dipimpin oleh para ahli agama.

Aku merasa lebih wajib dari mereka untuk mengucapkan selamat pada imam, karena hubungan saya yang dekat dengannya (cerita Husein Khumaini Al Musawi). Lalu aku pun berkunjung ke Iran sebulan setengah setelah Imam Khumaini pulang ke Teheran dari pengasingannya di Paris. Dia menyambutku dengan gembira. Kebetulan saya mengunjungi Imam sendirian dan tidak bersama rombongan Ulama irak.

Dan pada kesempatan khusus dengan imam, dia berkata:” Wahai Sayid Husain, sekarang tiba saatnya untuk melaksanakan wasiat para imam, kita harus menghabisi semua nasibi, membunuh anak-anak mereka dan membiarkan istri-istri mereka tetap hidup. Kita tidak akan membiarkan satu pun dari mereka lolos dari siksaan. Harta mereka murni untuk Syiah. Kita akan meluluh lantakkan kota Mekkah dan Madinah dari muka bumi karena dua kota ini menjadi sarang kaum wahabi, dan karbala harus menjadi tanah suci , dan menjadi kiblat orang-orang sholat. dengan ini akan terwujud apa yang di impi-impikan oleh para imam, dan kita telah mendirikan negara kita ini dengan perjuangan yang lama dan sekarang rencana itu tinggal kita laksanakan.

Catatan
Ketahuilah bahwa kebencian Syiah terhadap Ahlussunah itu tidak dapat dilukiskan, sehingga para ulama Syiah membolehkan pengikutnya untuk berbohong atas nama ahlussunnah, menuduh tanpa bukti serta menjelek-jelekkan mereka.

Kaum syiah memandang ahlussunnah dengan penuh kebencian, hal itu sudah menjadi instruksi dari pimpinan tingkat atas mereka. Bahkan mereka diinstruksikan untuk masuk ke instansi-instansi pemerintahan, terutama instansi yang vital seperti angkatan bersenjata dan badan inteljen. Mereka semua menunggu saatnya untukmengumumkan perang terhadap ahlussunnah. Ironisnya, mereka melakukan semua itu dengan anggapan sebagai bentuk kebaktian mereka pada ahlulbait.

Apa yang dialami oleh ulama Ahlussunnah di Iran menjadi saksi terhadap kekejaman dan sikap ganas mereka. Penangkapan dan pembunuhan terhadap ulama Ahlussunnah masih terus berlangsung setelah Khatami menjadi presiden. Penindasan ini tidak hanya terjadi di kota-kota yang di dalamnya terdapat banyak penduduk Ahlussunnah, tapi sampai ke desa-desanya.

Syeih Yar Muhamad Kahrowazi, tokoh sunni yang juga memimpin Perkumpulan Ahlussunah dan juga termasuk pengelola sebuah sekolah di kota Khasy telah dibunuh. Seluruh bukti mengarah kepada badan inteljen Iran yang telah membunuhnya, karena yang menangkapnya adlah kepala sekolah tempat dia mengajar. Hal tersebut bagian propaganda pemimpin revolusi mereka Ayatu Syaitan Khumaini untuk membersihkan Iran dari Ulama Ahlussunnah dalam rangka mempermudah rencanamereka untuk menjadikan Iran bersih dari Ahlussunnah. Pengganti syeikh yaitu Untuk memutuskan komunikasi antar mahasiswa Ahlussunnah mereka menempatkan mereka di beberapa penjuru daerah namun setelah salah satu Syeih mencoba melawan maka kemudian mereka menagkapinya, menyiksa dan baru kemudian mengembalikan ke asal mereka.

Dengan demikian kita dapat simpulkan bahwa mereka itu adalah orang-orang kafir Najasi dia lebih jahat dari orang Yahudi Nasrani. Mereka adalah anak cucu para pelacur yang harus dibunuh di ambil hartanya tidak mungkin dapat berkumpul dalam berbagai hal dan tidak perlu ada kesepakatan baik ucapan, tingkah laku.
-----------------------------------------footnotes----------------------------------------
[1] Persis dengan yang terjadi saat ini, di mana seorang syi’ah yang bernama Ahmad Chalabi berhasil mempengaruhi pemerintah Amerika untuk menginvasi Irak dengan bukti-bukti palsu yang akhirnya membuat Amerika sendiri marah pada Chalabi, Chalabi yang dulu dianggap pahlawan pembebasan Irak kini dianggap pengkhianat oleh Amerika sendiri. Tapi Allah memiliki rencana lain, dengan izin Allah, Irak akan menjadi permulaan countdown kehancuran Amerika

Sejarah Syi'ah

Segala Puji bagi Allah semata, yang berfirman dalam Al Qur’an:

"Tapi kami lemparkan kebenaran kepada kebatilan itu, dan melenyapkannya ternyata kebatilan itu lemah dan mudah lenyap, dan bagimu kecelakaaan karena kata-katamu." (Q.S. Al Anbiya’ ayat 18)

"Dialah yang telah mengutus RasulNya dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkan agamanya atas seluruh agama yg ada, walaupun orang musyrikin tidak senang." (Q.S. Shoff ayat 9)

Kami memuji Allah sesuai dengan kebesaranNya dan bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya, yang diutus oleh Allah sebagai pembawa berita gembira dan ancaman saat kiamat sudah dekat.

Kaum Syi’ah Rofidhoh dan musuh-musuh Islam lain dari golongan batiniyah masih selalu merencanakan rencana-rencana jahat mereka untuk melawan Ahlussunah wal Jamaah. Semua ini disebabkan oleh kebencian dan perasaan iri dengki mereka terhadap penganut kebenaran. Bermacam-macam cara telah mereka tempuh, bila para sahabat Nabi, kaum muslimin di 3 abad terbaik, jamaah haji pada bulan haram tak luput dari kejahatan mereka, bagaimana dengan kaum muslimin yang lain.

Akhir-akhir ini ajaran syiah berkembang dengan pesat di seluruh pelosok dunia Islam, termasuk di Indonesia, sementara di sisi lain banyak kaum muslimin yang tidak memahami hakekat sebenarnya mazhab syiah yang nampaknya Ilmiah dan merupakan satu-satunya kebenaran, namun penuh dengan kesyirikan dan kesesatan yang tiada tara. Maka tidak heran jika kita melihat simpati terhadap syiah menyebar di mana-mana. Hal ini hanya dikarenakan ketidak tahuan mereka terhadap hakekat syiah. Maka kami tergerak untuk menerangkan hakekat mazhab syi’ah yang selama ini tersembunyi, atau lebih tepatnya disembunyikan agar tidak diketahui oleh pengikutnya dan orang awam, agar mereka mengetahui hakekat sebenarnya mazhab syi’ah dan dapat mengenal kesesatan-kesesatannya.

Tak lupa kami mengucapkan berjuta terimakasih pada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan pada kami hingga dapat menyelesaikan website ini, semoga kebaikan mereka menjadi “pemberat” bagi timbangan amal kebaikan mereka.
sejarah syi'ah
Di bawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok rofidhoh, kanker yang menggerogoti umat islam, akan kita bahas peristiwa penting dalam sejarah mereka dengan menyebutkan peristiwa yang secara langsung berkaitan dengan mereka.

14 H. peristiwa yang terjadi pada tahun 14 H inilah pokok dan asas dari kebencian kaum rofidhoh terhadap Islam dan kaum muslimin, karena pada tahun ini meletus perang Qodisiyyah yang berakibat takluknya kerajaan persia majusi,nenek moyang kaum rofidhoH. Pada saat itu kaum muslimin dibawah kepemimpinan Umar bin Khottob Radhiyallahu Anhu.
16 H. Kaum muslimin berhasil menaklukkan ibukota kekaisaran persia, Mada’in. dengan ini hancurlah kerajaan persia. Kejadiaan ini masih disesali oleh kamum rafidhoh hingga saat ini.
23 H. Abu Lu’lu’ah Al Majusi yang dijuluki Baba Alauddin oleh kaum rofidhoh membunuh Umar bin Khottob Radhiyalahu Anhu.
34 H. Munculnya Abdullah bin saba’, si yahudi dari yaman yang dijuluki Ibnu sauda’ berpura2 masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Dia menggalang kekuatan dan melancarkan provokasi melawan khalifah ketiga Utsman bin Affan Radhiyalahu Anhu hingga dibunuh oleh para pemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh ibnu sauda’(abdullah bin saba’) pada tahun 35 H. Keyakinan yang diserukan oleh abdullah bin saba’ berasal dari akar yahudi nasrani dan majusi yaitu menuhankan Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu Anhu, wasiat, roj’ah,wilayah, keimamahan , bada’ dan lain-lain.
36 H. Malam sebelum terjadinya perang jamal kedua belah pihak telah bersepakat untuk berdamai. Mereka bermalam dengan sebaik2 malam sementara Abdullah bin saba’ dengan konco-konconya bermalam dengan penuh kedongkolan. Lalu dia membuat provokasi kepada kedua belah pihak hingga terjadilah fitnah seperti yang diinginkan oleh ibnu saba’. Pada masa kelhilafahan Ali bin Abi Tolib kelompok abdullah bin saba’ datang kepada Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu Anhu seraya berkata “kamulah, kamulah !!” Ali bin Abi Tolib menjawab :”siapakah saya?” kata mereka “kamulah sang pencipta !!” lalu Ali bin Abi Tolib menyuruh mereka untuk bertobat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Tolib menyalakan api dan membakar mereka.
41 H. tahun ini adalah tahun yang dibenci oleh kaum rofidhoh karena tahun ini dinamakan tahun jama’ah atau tahun persatuan karena kaum muslimin bersatu dibawah pimpinan kholifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiyalahu Anhu sang penulis wahyu karena Hasan bin Ali bin Abi Tolib menyerahkan kekhilafahan kepada mu’awiyah, dengan ini maka surutlah tipu daya kaum rofidhoH.
61 H. Pada tahun ini Husein bin Ali terbunuh di karbala setelah ditinggal oleh penolongnya dan diserahkan kepada pebunuhnya.
260 H. Hasan Al Askari meninggal dan kaum rofidhoh menyangka bahwa imam ke 12 yang ditunggu-tunggu telah bersembunyi di sebuah lobang di samurra’ dan akan kembali lagi ke dunia.
277 H. Munculnya gerakan rofidhoh qoromitoh yang didirikan oleh Hamdan bin Asy’ats yand dikenal dengan julukan qirmit di kufaH.
278 H. Munculnya gerakan qoromitoh di bahrain dan ahsa’ yang dipelopori oleh Abu Saad Al Janabi
280 H. Munculnya kerajaan rofidhoh zaidiyah di So’dah dan San’a di negeri Yaman yang didirikan oleh Husein bin Qosim Arrossi.
297 H. Munculnya kerajaan ubaidiyin di mesir dan maghrib(maroko) yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al Mahdi.
317 H. Abu Tohir Arrofidhi Al Qurmuti masuk ke kota mekah pada hari tarwiya (8 Dzulhijjah)dan membunuh jamaah haji di masjidil Haram serta mencongkel hajar aswad dan membawanya ke ahsa’ hingga kembali lagi pada tahun 355 H. Kerajaan mereka tetap eksis di ahsa’ hingga tahun 466 H. Pada tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah di mousul dan halab dan tumbang pada tahun 394 H.
329 H. Pada tahun ini Allah telah menghiakan kaum rofidhoh karena pada tahun ini dimulailah ghoibah al kubro atau menghilang selamanya. Karena menurut mereka imam rofidhoh ke 12 telah menulis surat dan sampai kepada mereka yang bunyinya : telah dimulailah masa menghilangku dan aku tidak akan kembali sampai masa diijinkan oleh Allah, barangsiapa yang berkata dia telah berjumpa denganku maka dia adalah pembohong. Semua ini supaya menghindar dari paertanyaan orang awam kepada ulama mereka tentang terlambatnya imam mahdi keluar dari persembunyiannya.
320-334 H. Munculnya kerajaan rofidhoh buwaihi di dailam yang didirikan oleh buwaih bin syuja’. Mereka membuat kerusakan di baghdad. Pada masa mereka orang2 bodoh mulai berani memaki2 sahabt Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
339 H. Hajar aswad dikembalikan ke mekkah atas rekomendasi dari pemerintahan ubaidiyah di mesir.
352 H. Pemerintahan buwaihi menutup pasar2 tanggal 10 muharrom serta meliburkan semua kegiatan jual beli, maka keluarlah wanita2 tanpa mengenakan jilbab dengan memukul diri mereka di pasar. Pada saat itu pertama kali dalam sejarah diadakan perayaan kesedihan atas meninggalnya husein bin Ali bin Abi Tolib.
358 H. Kaum rofidhoh Ubaydiy menguasai mesir. Salah satu pemimpinya yang terkenal adalah Al Hakim biamrillah yang mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan dan menyeru kepada pendapat reinkarnasi. Dengan ambruknya kerajaan ini tahun 568 H muncullah gerakan Druz.
402 H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab fatimah yang digembar gemborkan oleh penguasa kerejaan ubaidiyah di mesir dan menjelaskan ajaran mereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah dihukumi kafir oleh seluru ulama’ kaum muslimin.
408 H. Penguasa kerajaan ubaidiyah di mesir yangb ernama Al Hakim biamrillah mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan. Salah satu dari kehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dari kota medinah ke mesir sebanyak 2 kali. Yang pertama adalah ketika dia disuruh oleh beberapa orang zindik untuk memindahkan jasad Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ke mesir. Lalu dia membangun bangunan yang megah dan menyruh Abul Fatuh untuk membongkar kubur Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam lalu masyarakat tidak rela dan memberontak membuat dia mengurungkan niatnya. Yang kedua ketika mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburan Nabi. Utusan ini tinggal didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Lalu makar mereka ketahuan dan utusan tersebut dibunuH.
483 H. Munculnya gerakan Assasin yang menyeru kepada kerajaan ubaidiyah di mesir didirikan oleh hasan Assobah yang memiliki asal usul darah persia. Dia memulai dakwahnya di wilayah persia tahun 473 H.
500 H. Penguasa ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megah diberi nama mahkota Husein. Mereka menyangka bahwa kepala husein bin ali bin abi tolib dikuburkan di sana. Hingga saat ini banyak kaum rofidhoh yan gberhaij ke tempat tersebut. Kita bersyukur kepada Allah atas nikmat akal yang diberikan kepada kita.
656 H. Penghianatan besar yang dilakukan oleh rofidhoh pimpinan Nasiruddin Al Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan kaum tartar mongolia agar masuk ke baghdad dan membunuh 2 juta muslim dan banyak dari bani hasyim yang seolah2 dicinai oleh kaum rofidhoH. Pada tahun yang sama muncullah kelompok Nusairiyah yang didirikan oleh Muhammad bin Nusair.
907 H. Berdirinya kerajaan Safawiyah di iran yang didirikan oleh shah ismail bin haidar al safawi yang juga seorang rofidhoh. Dia telah membunuh hampir 2 juta muslim yag menolak memeluk mazhab rofidhoh. Pada saat masuk ke baghdad dia memaki khulafa’ rosyidin di depan umum dan membunuh mereka yang tidak mau memeluk mazhab rofidhoh. Tak ketinggalan pula dia membongkar banyak kuburan orang sunni seperti Abu HanifaH. Termasuk peristiwa penting yang terjadi pada masa kerajaan sofawiyah adalah ketika shah abbas berhaji ke masyhad untuk menandingi haji di mekah. Pada tahun yang sama sodruddin al syirozi memulai dakwahnya kepada mazhab baha’iyah. Mirza ali muhammad al syirozi mengatakan bahwa Allah telah masuk ke dalam dirinya, setelah mati dia digantikan oleh muridnya Baha’ullah. Sementara itu di india muncul kelompok Qodiyaniyah pimpinan Mirza Ghulam Ahmad yang mengatakan bahwa dirinya dalah Nabi. Kerajaan safawiyah berakhir pada tahun 1149 H.
1218 H. Seorang rofidhoh dari irak daang ke dar’iyah di najd dan menampakkan kesalehan dan kezuhudan. Pada suatu hari dia solat di belakang imam muhammad bin su’ud dan membunuhnya ketika dia sedang sujud saat solat asar dengan belati. Semoga Allah memerangi kaum rofidhoh para pengkhianat.
1289 H. Pada tahun ini buku fashlul khitob fi tahrifi kitabi robbil arbab (penjelasan bahwa kitab Allah telah diselewengkan dan diubah) karangan Mirza Husain bin Muhammad Annuri Attobrosi . kitab ini memuat pendapat rofidhoh bahwasanya Al Qur’an yang ada saat ini telah diselewengkan, dikurangi dan ditambah.
1389 H. Khomeini menulis buku Wilayatul faqih dan AL Hukumah AL IslamiyaH. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut (Al Huykumah AL Islamiyah hal 35) : khomeini berkata bahwa termasuk hal pokok dalam mazhab kita adalah bawah para imam kita memiliki posisi yang tidak dapat dicapai oleh para malaikat dan para Nabi.
1399 H. Berdirinya pemerintahan rofidhoh di Iran yang didirikan oleh Khomeini setelah berhasil menumbangkan pemerintahan syah iran. Ciri khas negara ini adalah mengadakan demonstrasi dan tindakan anarkis atas nama revolsi Islam di tanah suci mekah pada hari mulia yaitu musim haji.
1400 H. Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan lahirnya imam mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian pidatonya berbunyi demikian : para Nabi diutus Allah untuk menanamkan prinsip keadilan di muka bumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang diutus untuk memperbaiki kemanusiaan dan menanamkan prinsip keadilan tidak berhasil.. yang akan berhasil dalam misi itu dan menegakkan keadilan di muka bumi dan meluruskan segala penyimpangan adalah imam mahdi yang ditunggu-tunggu.... begitulah menurut khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ... sementara revolusi kafirnya telah berhasil.
1407 H. Jamaah haji iran mengaakan demonstari besar-besaran di kota mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407. mereka melakukan tindakan perusakan di kota mekah seperti kakek mereka kaum qoromitoh, mereka membunuh beberapa orang aparat keamanan dan jamaah haji, merusak dan membakar toko, merusak dan membakar mobil beserta mereka yang berada di dalamnya. Jumah korban saat itu mencapai 402 orang tewas, 85 dari mereka adalah aparat keamanan dan penduduk saudi.
1408 H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam di mekah mengumumkan fatwa bahwa khomeini telah kafir.
1409 H. Pada musim haji tahun ini kaum rofidhoh meledakkan beberapa tempat sekitar masjidil haram di kota mekah. Mereka meledakkan bom itu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan mengakibatkan tewasnya seorang jamaah haji dari pakistan dan melukai 16 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakan bangunan yang sangat besar. 16 pelaku insiden itu berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1410 H.
1410 H. Khomeini meninggal dunia, semoga Allah memberinya balasan yang setimpal. Kaum Rofidhoh membangun sebuah bangunan yang menyerupai kakbah di mekah, semoga Allah memerangi mereka.

MU'JIZAT NABI TERBESAR

Mu'jizat Nabi Terbesar
Tidak seorang rasul pun yang diutus oleh Allah Taala melainkan pasti dikuatkan dengan tanda-tanda berupa peristiwa alamiah serta mukjizat yang menyalahi keadaan yang biasa dialami oleh umat manusia, yang keluar dari batas kepandaian mereka. Maksudnya ialah agar dengan menunjukkan hal-hal itu dia dapat menjadi bukti bahwa orang yang mengaku menerima risalah benar-benar dipercaya sebagai utusan Tuhan, di samping berbagai berita gembira dan peringatan yang disampaikanSetiap nabi dan rasul diberikan mukjizat, akan tetapi semua mukjizat tersebut telah hilang bersama kewafatan para nabi dan rasul. Hanya satu saja mukjizat yang masih wujud dan dapat kita lihat, sentuh, baca dan dengar. Itulah mukjizat nabi kita Nabi Besar Muhammad s.a.w yaitu Al-Qur'an Al-Karim, yang telah Allah janjikan untuk memelihara dan melingdunginya sehingga hari Kiamat kelak. Ini termaktub dalam firman Allah s.w.t di dalam surah Al-Hijir, ayat 9: Ertinya: "Sesungguhnya telah Kami turunkan peringatan ini (Al-Qur'an) dan sesungguhnya Kami lah penjaga baginya." Sebagai bukti bahwa Alquran benar-benar sebagai mukjizat adalah tantangan yang dikemukakan sendiri oleh Allah Taala dalam firman-Nya yang berbunyi, “Katakanlah! ‘Andai kata seluruh manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, pasti mereka semua tidak dapat membuat yang serupa dengan dia, walaupun mereka saling tolong-menolong.” (Q.S. Al-Isra:88) Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad saw. bersabda, “Tidak seorang nabi pun dari nabi-nabi itu melainkan pasti diberi yang sepadan dengan tuntutan orang yang beriman atasnya. Hanya saja yang diberikan padaku ini adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah padaku. Maka dari itu aku mengharap, kiranya aku mempunyai pengikut yang terbanyak pada hari kiamat nanti.” Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Semua yang ada dalam Al-Qur’an mempunyai kelebihan dan keutamaan yang sangat banyak tanpa batas, karena Al-Qur’an adalah kalam Alloh yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat yang besar dan kitab untuk semua makhluk dan merupakan penyempurnaan dari kitab-kitab sebelumnya. Alloh tidak membedakan tentang kelebihan dan keutamaan setiap surat atau ayat dalam Al-Qur’an. “ Tiadalah kami alpakan (diskriminasikan) sesuatupun didalam Al Kitab ( Al-Qur’an ) “ ( Al An’aam : 38 ). Hanya manusia yang belum mengkajinya secara mendalam. Tetapi ada beberapa surat dan ayat yang mempunyai keutamaan tertentu berdasarkan petunjuk dari Nabi.Diriwayatkan dari A’isyah bahwa Nabi saw masuk kepadanya, ketika itu ada seorang wanita yang sedang diobati dan dibacakan Ruqyah, lalu Nabi saw bersabda kepadanya : “ Obatilah dengan kitab Alloh ( Al-Qur’an ) “ ( HR.Muslim ). Jika kita perhatikan Hadits ini niscaya kita akan dapati bahwa Nabi saw menyebut secara umum dan tidak menyebut ayat-ayat tertentu atau surat-surat tertentu. Dengan demikian jelas bahwa Al-Qur’an seluruhnya adalah obat dari penyakit fisik, mental dan spiritual. Hanya orang-orang Khawas yang dapat mengetahui rahasia-rahasia Alloh yang terdapat di dalam Al-Qur’an. “ Alloh menganugerahkan al Hikmah ( Kepahaman tentang Al-Qur’an dan sunah ) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahkan al Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak “ ( Al Baqarah : 269 ).Wahyu yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. datang untuk memecahkan problematika kehidupan yang membingungkan seluruh manusia sejak dahulu sampai sekarang. Dalam hal ini Allah Taala berfirman, “Dan andaikata semua pohon yang ada di bumi ini dijadikan pena dan lautan dijadikan tinta dan ditambah lagi dengan tujuh lautan sesudah itu, maka tidak akan habis kalimat Tuhan (yang hendak dituliskan itu).” (Q.S. Luqman:27) Semua persoalan ini datang dengan susunan yang amat indah kesusasteraannya, manis didengar dan dapat mempengaruhi perasaan halus setiap manusia yang menelitinya. Bahkan dapat menarik atau menguasai diri dan jiwanya. Selanjutnya semua rasa untuk melaksanakan kebaikan dapat ditimbulkan. Sementara itu kata-kata yang termuat di dalamnya jauh sekali dari perselisihan dan isi maknanya tidak berlawanan (paradoxal). Allah Taala berfirman,:“Andai kata Alquran datangnya bukan dari sisi Allah pasti mereka akan mendapatkan pertentangan yang banyak sekali dalam isinya.” (Q.S. An-Nisa:82) Maksudnya oleh sebab Alquran turun secara berangsur-angsur selama 23 tahun, tetapi walaupun demikian jiwa, isi, keterangan-keterangan dan cerita-cerita yang ada di dalamnya, sekalipun dalam waktu yang berbeda-beda suasana dan keadaannya, tetap sama, tidak berubah-ubah dan satu dengan yang lainnya tidak bertentangan sama sekali. Sebenarnya tidak pernah ada sebuah kitab pun yang dapat menandingi kitab suci Alquran, baik mengenai ketinggian isinya, kejelasan keterangannya dan amat dalam mengesan di dalam jiwa. Bukti kebenaran Al Qur’anA. Kisah Fir'aun & Nabi Musa as Dalam Surah Yunus ayat 90-92, Al-Qur'an menyatakan bahwa pada suatu masa nanti bangkai Fir'aun yang tenggelam sewaktu mengejar Nabi Musa as akan dikembalikan kepada manusia (dapat disaksikan dengan mata kepala) untuk menjadi bukti akan kebenaran dan kebesaran ayat-ayat Allah itu. "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."(QS. 10:90-92) Perlu diketahui, bahwa ayat ini turun setelah 21 abad masa Fir'aun.Orang sudah tidak tahu lagi dimana batang tubuh Fir'aun. Tetapi sungguh menakjubkan, bahwa setelah terpendam selama lebih kurang 40 abad, yaitu tepatnya tanggal 6 Juli 1879 para ilmuwan Archeologi telah berhasil menemukan batang tubuh Fir'aun, dan hal ini sekaligus menemukan bukti akan kebenaran Al-Qur'an sebagai wahyu Allah, bukan ciptaan Nabi Muhammad Saw ! Berikut akan saya kutipkan tulisan Yoesof Sou'yb dalam majalah 'Harmonis' tentang kesesuaian antara Surah Yunus 90-92 dengan kenyataan sejarah yang menggemparkan itu. Wahyu Ilahi yang diturunkan pada abda ke-7 Masehi itu menegaskan bahwa badan Pharaoh/Fir'aun yang telah menjadi korban, akan diselamatkan sebagai pertanda bagi orang belakangan.Dalam ayat asli berbunyi : 'nunajji-ka bi badani-ka'. B. Kisah Romawi Pernyataan tentang kekalahan pasukan Romawi oleh pasukan Persia yang terdapat dalam permulaan Surah Ar-Rum. Pada tahun 325, raja Konstantin memeluk agama Kristen, dan menjadikan agama ini sebagai agama negara yang resmi (Awal dari terbentuknya konsili Nicea yang mengesahkan Trinitas). Secara spontan, rakyat Romawipunbanyak yang memeluk agama tersebut, sementara itu kekaisaran Persia, penyembah matahari, menolak untuk memeluk agama tersebut. Adapun raja yang memegang tampuk kekaisaran Romawi pada akhir abad ke-7 M adalah Maurice, seorang raja yang kurang memperhatikan masalah kenegaraan dan politik. Oleh karenanya angkatan bersenjatanya pun kemudian mengadakan kudeta dibawah pimpinan panglimanya yang bernama Pochas. Setelah mengadakan kudeta, Pochas naik tahta dan menghukum keluarga raja dengan cara yang kejam. Serta mengirim seorang duta ke Persia, yang pada waktu itu dipegang oleh Kisra Chorus II, putra Kisra Anu Syirwan yang adil. Pada waktu Kisra tahu kejadian kudeta di Romawi, Kisra sangat marah karena Kisra pernah berhutang budi pada Maurice yang sekaligus juga mertuanya itu. Kemudian Kisra memerintahkan untuk memenjarakan duta besar Romawi, serta menyatakan tidak mengakui pemerintahan Romawi yang baru. Akhirnya Kisra Chorus melancarkan peperangan terhadap Romawi.Angkatan perangnya merayap melintasi sungai Euphrat menuju Syam.Dalam serangan ini Pochas tidak dapat mempertahankan diri terhadap angkatan perang Persia yang telah menguasai kota Antiochia dan El Quds. Sementara itu penguasa Romawi didaerah jajahan Afrika juga mengirimkan pasukan besar dibawah pimpinan puteranya, yaitu Heraklius. Bertolaklah pasukan tersebut dengan diam-diam melalui jalan laut, sehingga Pochas tidak tahu kedatangan mereka. Tanpa menghadapi perlawanan sama sekali, Heraklius akhirnya berhasil menguasai kekaisaran dan membunuh Pochas. Walaupun Heraklius berhasil menguasai kekaisaran dan membunuh Pochas, namun Heraklius tidak berhasil menahan badai pasukan Persia. Sehingga Romawi kehilangan daerah jajahannya dan tinggallah kekaisaran Romawi di ibukota saja. Penduduk yang tinggal di ibukota penuh diliputi rasa kekhawatiran akan serangan pasukan Persia yang akan memasuki ibukota. Setelah berlangsung peperangan selama enam tahun, kaisar Persia mau mengadakan perdamaian dengan Heraklius tetapi dengan satu syarat, Heraklius harus menyerahkan seribu talent emas, seribu talent perak, seribu pakaian dari sutera, seribu kuda dan seribu gadis perawan kepada Kisra. Sementara pada ibukota Persia dan Romawi terjadi peristiwa tersebut, maka pada bangsa dipusat ibukota Jazirah Arabia, yaitu di Mekkah Almukarromah, terjadi pula hal yang serupa. Dikota tersebut terdapat orang-orang Majusi Persia, penyembah matahari dan api, dan orang-orang Romawi yang beriman kepada ajaran Isa (walau sudah diselewengkan). Orang Islam dan orang-orang Romawi mengharapkan kemenangan mereka atas orang-orang kafir dan musyrikin, sebagaimana halnya mereka mengharapkan kekalahan orang-orang kafir Mekkah dan orang Persia, sebab mereka merupakan penyembah benda-benda materi. Sementara orang-orang Nasrani, meskipun sebagian dari mereka sudah menyimpang dari ajaran Isa Putra Maryam adalah merupakan saudara dan sahabat terdekat kaum Muslimin. "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata:"Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena diantara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rabib-rabib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri."(QS. 5:82) Dengan demikian, pertarungan yang terjadi antara orang-orang Persia dan Romawi menjadi lambang luar pertarungan antara orang-orang Islam dan musuh-musuhnya di Mekkah. Maka pada waktu Persia berhasil mengalahkan orang-orang Romawi pada tahun 616 dan berhasil menguasai seluruh wilayah sebelah Timur negara Romawi, orang-orang Musyrikin pun mendapat kesempatan untuk menghina kaum Muslimin dengan mengatakan : 'Saudara kami berhasil mengalahkan saudara kamu. Demikian pula yang akan kami lakukan kepadamu jika kamu tidak mau mengikuti kami, meninggalkan agama kamu yang baru (Islam).' Dalam keadaan yang menyakitkan itu, kaum Muslimin Mekkah sedang dalam kondisi yang paling lemah dan buruk dalam segi materi, sampai kemudian turun wahyu Allah kepada Nabi Besar Muhammad Saw : "Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. 30:1-6) Sungguh turunnya wahyu ini kepada Nabi Saw merupakan suatu ujian mental dan Spiritual bagi semua sahabat-sahabat beliau. Jika apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Saw ini tidak terbukti, maka sudah bisa diramalkan akan kehancuran kepercayaan mereka terhadap diri orang yang selama ini mereka percayai dan mereka kasihi. Beberapa tahun kemudian, Heraklius membuat suatu rencana yang luar biasa untuk mengalahkan Persia. Heraklius tahu bahwa kekuatan angkatan laut Persia sangat lemah, oleh karena itu dia menyiapkan kapal-kapal untuk menyerang Persia dari belakang. Dia bertolak bersama-sama dengan sisa-sisa pasukannya lewat Laut Hitam ke Armenia, dan melakukan serangan kilat terhadap pasukan Persia. Menghadapi serangan mendadak itu, pasukan Persia tidak mampu bertahan dan lari bercerai berai. Di Asia kecil, Persia memiliki pasukan yang besar.Tetapi Heraklius menyerangnya dengan tiba-tiba dengan kapal-kapal perangnya, dan berhasil menghancurkan pasukan Persia. Setelah memperoleh kemenangan yang besar itu, kembalilah Heraklius keibukota Konstantinopel lewat jalan laut. Setelah dua peperangan diatas, Heraklius melakukan peperangan yang lain melawan Persia pada tahun 623, 624 dan 625. Akibat peperangan tersebut, pasukan Persia terpaksa menarik diri dari seluruh tanah Romawi, dan Heraklius berada pada pusat yang memungkinkan baginya untuk menembus kejantung kekaisaran Persia. Akhirnya perang yang terakhir terjadi pada bulan Desember 627 disepanjang sungai Dajlah. Pada waktu Kisra Chorus tidak dapat menahan arus tentara Romawi, ia melarikan diri dari istananya, tetapi kemudian ditahan oleh puteranya 'Siroes' dan dimasukkan kedalam penjara. Puteranya ini membunuh 18 orang saudara-saudaranya yang lain didepan mata sang ayah, Kisra Chorus. Pada hari kelima, Kisra meninggal dunia dalam penjara. Selanjutnya Siroes pun terbunuh oleh salah seorang saudara kandungnya sendiri yang masih hidup. Maka mulailah pembunuhan-pembunuhan dilingkungan istana. Dalam masa 4 tahun, sudah 9 raja yang memegang tampuk pemerintahan. Dalam situasi yang demikian buruk ini, jelas Persia tidak mungkin dapat melanjutkan peperangannya melawan kerajaan Romawi. Maka akhirnya Kavadh II, salah seorang putera kisra Chorus yang masih hidup, meminta damai dan mengusulkan pengunduran diri pasukan Persia dari tanah Romawi. Pada bulan Maret tahun 628 M, Heraklius kembali kekonstantinopel dengan pesta besar-besaran. Umat Islampun yang mendengar kemenangan saudara-saudaranya para orang-orang Romawi ini melakukan tasbih dan syukur kepada Allah Swt. Semakin mendalamlah keyakinan dan kesetiaan mereka kepada Rasulullah Saw. Edward Gibbon memperkecil arti ramalan Al-Qur'an dengan menghubungkannya dengan surat yang dikirim oleh Rasulullah Muhammad Saw kepada Kisra Choros II. Tetapi hal ini terbantahkan dengan melihat waktu turunnya ayat tersebut kepada Nabi Muhammad Saw dan umatnya.Surat dari Nabi Saw tersebut dikirim pada tahu ke-7 H, setelah perdamaian Hudaibiah, atau pada tahun 628 M.Sementara Qur'an Surah Ar-Ruum ayat 1-6 yang memuat ramalan tersebut turun pada tahun 616 M, lama sebelum terjadinya Hijrah Nabi dan sahabat-sahabatnya. Jadi antara kedua peristiwa itu terdapat jarak 12 tahun.C. Ilmu Pengetahuan Moderen Mengungkap Keajaiban Al Qur’anAl Qur'an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur'an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur'an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.Profesor Tajaten Tahasen, dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari amerika. Keith moore adalah ahli embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka baker yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam. Bunyi surat An Nisa tersebut antara lain sebagai berikut: "sesungguhnya orang orang kafir terhadap ayat ayat kami, kelak akan kami masukkan ke dalam neraka, setiap kulit mereka terbakar hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agrr pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." Ditinjau secara anatomi lapisan kulit terdiri dari atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis dan Sub Cutis. Pada lapisan Sub Cutis banyak mengandung ujung ujung syaraf. Pada saat terjadi Combustio grade III (Luka bakar yang telah menembus Sub Cutis) salah satu tandanya yaitu hilangnya rasa nyeri dari pasien. Hal ini disebabkan karena sudah tidak berfungsinya ujung ujung serabut syaraf afferent dan efferent yang mengatur sensasi persefsi. Itulah sebabnya Allah menumbuhkan kembali kulit yang rusak pada saat ia menyiksa hambaNya yang kafir supaya hambaNya tersebut dapat merasakan pedihnya azab ALLAH tersebut. Maha besar Allah yang telah menyisipkan firman firmanNya dan informasi sebagian kebesaranNya lewat sel tubuh, kromosom, pembuluh darah, pembuluh syaraf dsb. Rabbana makhalqta hada batila, Ya Allah tidak ada sedikitpun yang engkau ciptakan itu sia sia
bismillah